7 Hal Dasar yang Harus Diketahui Tentang Dictionary pada Python

7 Hal Dasar yang Harus Diketahui Tentang Dictionary pada Python

id9 min read • 3707 views

7 Hal Dasar yang Harus Diketahui Tentang Dictionary pada Python

Pendahuluan

Pada artikel ini, kita akan mengeksplorasi salah satu struktur data penting dalam Python, yaitu dictionary. Sebelumnya, kita telah membahas tentang list yang berguna untuk menyimpan koleksi data. Namun, list memiliki keterbatasan karena hanya dapat mengakses item menggunakan indeks angka. Kekurangan ini diatasi oleh dictionary yang memungkinkan akses menggunakan kata kunci unik. Mari kita simak 7 hal dasar yang harus diketahui tentang dictionary.

  1. Apa itu Dictionary pada Python ?

Dictionary adalah struktur data dalam Python yang menyerupai kamus, di mana terdapat pasangan kunci (key) dan nilai (value). Kunci harus unik, sementara nilai dapat berupa apa saja, seperti string, integer, atau bahkan objek lain. Sebagai contoh:

```python
aku = {
    "nama": "Petani Kode",
    "url": "https://www.petanikode.com"
}
```

Pada contoh di atas, `nama` dan `url` adalah kunci yang digunakan untuk mengakses nilai masing-masing. Tidak seperti list dan tuple yang menggunakan indeks angka, dictionary menggunakan kunci teks atau angka. Di beberapa bahasa pemrograman lain, seperti PHP, dictionary dikenal sebagai associative array.

Dictionary sangat berguna untuk menyimpan data yang terkait secara logis. Misalnya, dalam pengembangan aplikasi, kita bisa menggunakan dictionary untuk menyimpan informasi pengguna seperti nama, umur, dan hobi. Struktur ini membuat pengaksesan data lebih intuitif dan efisien.

Selain itu, dictionary dalam Python memiliki fleksibilitas yang tinggi. Kita bisa menyimpan berbagai tipe data dalam satu dictionary, termasuk dictionary lain. Ini memungkinkan kita untuk membuat struktur data yang kompleks namun tetap mudah diakses dan dikelola.

Baca Juga

 

  1. Membuat Dictionary

Untuk membuat dictionary, kita memerlukan kunci, nilai, dan tanda kurung kurawal `{}`. Kunci dan nilai dipisahkan oleh titik dua `:`, dan setiap pasangan dipisahkan oleh koma `,`. Berikut contoh dasar pembuatan dictionary:

```python
nama_dict = {
    "key": "value"
}
```

Kita juga bisa membuat dictionary dengan beberapa item:

```python
nama_dict = {
    "key1": "value",
    "key2": "value",
    "key3": "value"
}
```

Isi dictionary dapat berupa berbagai tipe data, termasuk string, integer, list, tuple, dan bahkan dictionary lainnya. Sebagai contoh:

```python
pak_tani = {
    "nama": "Petani Kode",
    "umur": 22,
    "hobi": ["coding", "membaca", "cocok tanam"],
    "menikah": False,
    "sosmed": {
        "facebook": "petanikode",
        "twitter": "@petanikode"
    }
}
```

Dengan menggunakan constructor `dict()`, kita juga bisa membuat dictionary dengan cara yang berbeda:

```python
warna_buah = dict(jeruk="orange", apel="merah", pisang="kuning")
```

Cara ini menghasilkan dictionary yang sama dengan menggunakan tanda kurung kurawal.

 

  1. Mengakses Nilai Item dari Dictionary

Untuk mengakses nilai dari dictionary, kita menggunakan kunci yang telah ditentukan, bukan indeks angka seperti pada list. Berikut contohnya:

```python
# Membuat Dictionary
pak_tani = {
    "nama": "Petani Kode",
    "umur": 22,
    "hobi": ["coding", "membaca", "cocok tanam"],
    "menikah": False,
    "sosmed": {
        "facebook": "petanikode",
        "twitter": "@petanikode"
    }
}


# Mengakses isi dictionary
print("Nama saya adalah %s" % pak_tani["nama"])
print("Twitter: %s" % pak_tani["sosmed"]["twitter"])
```

Dengan menggunakan kunci, kita bisa mengakses nilai yang tersimpan dalam dictionary dengan mudah. Misalnya, untuk mendapatkan nama, kita cukup menggunakan `pak_tani["nama"]`. Ini membuat pengaksesan data lebih jelas dan langsung.

Selain itu, dictionary juga memungkinkan kita untuk mengakses nilai dari dictionary yang terbenam di dalamnya. Seperti contoh di atas, kita bisa mendapatkan nilai dari kunci `twitter` yang ada dalam dictionary `sosmed`.

Menggunakan dictionary juga membantu kita dalam menghindari kesalahan akses data, karena kita selalu menggunakan kunci yang unik dan bermakna, bukan sekadar indeks angka.

 

  1. Mengubah Nilai Item Dictionary

Dictionary bersifat mutable, artinya nilai di dalamnya dapat diubah. Untuk mengubah nilai dalam dictionary, kita cukup mengakses kunci dan memberikan nilai baru. Berikut contohnya:

```python
# Membuat dictionary
skill = {
    "utama": "Python",
    "lainnya": ["PHP", "Java", "HTML"]
}


# Mengubah nilai

skill["utama"] = "Rust"


# Mencetak nilai baru
print(skill["utama"])
```

Dengan melakukan hal ini, kita dapat memperbarui data dalam dictionary tanpa harus membuat dictionary baru. Misalnya, dalam contoh di atas, kita mengganti nilai `utama` dari `Python` menjadi `Rust`.

Perubahan ini bersifat langsung dan dapat diakses segera setelah perubahan dilakukan. Hal ini sangat berguna dalam aplikasi yang membutuhkan update data secara dinamis, seperti aplikasi web atau perangkat lunak yang memerlukan interaksi pengguna.

Selain itu, kita juga bisa menambahkan item baru ke dictionary dengan cara yang sama. Misalnya, kita bisa menambahkan keterampilan baru ke dalam dictionary `skill` tanpa harus mengubah struktur yang sudah ada.

 

  1. Menghapus Item dari Dictionary

Untuk menghapus item dari dictionary, kita bisa menggunakan perintah `del` atau method `pop()`. `del` digunakan untuk menghapus item berdasarkan kunci, sementara `pop()` mengembalikan nilai item yang dihapus. Berikut contohnya:

```python
# Menghapus dengan del
del skill["utama"]
print(skill)


# Menghapus dengan pop()
skill.pop("lainnya")
print(skill)
```

Selain `del` dan `pop()`, kita juga bisa menggunakan method `clear()` untuk menghapus semua item dalam dictionary:

```python
skill.clear()
print(skill)
```

Dengan menggunakan `del`, kita bisa menghapus item dari dictionary secara langsung berdasarkan kunci. Ini sangat berguna ketika kita ingin menghapus data spesifik dari dictionary.

Sementara itu, `pop()` tidak hanya menghapus item tetapi juga mengembalikan nilai item yang dihapus. Ini berguna dalam situasi di mana kita perlu memproses atau menyimpan nilai sebelum menghapusnya dari dictionary.

Method `clear()` memungkinkan kita untuk mengosongkan seluruh dictionary. Ini berguna ketika kita ingin mengulang penggunaan dictionary dengan data yang benar-benar baru.

 

  1. Menambahkan Item ke Dictionary

Untuk menambahkan item ke dictionary, kita bisa menggunakan method `update()`. Method ini menerima parameter berupa dictionary baru yang akan ditambahkan atau memperbarui item yang sudah ada. Contohnya:

```python
# Membuat dictionary user
user = {
    "name": "petanikode"
}


# Menambahkan password
user.update({"password": "akucintakamu123"})
print(user)


# Memperbarui name
user.update({"name": "peternaklinux"})
print(user)
```

Dengan `update()`, kita bisa menambahkan atau memperbarui banyak item sekaligus. Hal ini sangat efisien dibandingkan menambahkan atau memperbarui item satu per satu.

Selain itu, method ini juga memastikan bahwa jika kunci yang sama sudah ada dalam dictionary, nilainya akan diperbarui dengan nilai baru. Ini membantu menjaga integritas data dalam dictionary.

Method `update()` juga fleksibel karena memungkinkan kita untuk menggabungkan beberapa dictionary menjadi satu. Ini sangat berguna dalam situasi di mana kita perlu menggabungkan data dari beberapa sumber.

 

  1. Mengambil Panjang Dictionary

Untuk mengetahui jumlah item dalam dictionary, kita bisa menggunakan fungsi `len()`. Berikut contohnya:

```python
# Membuat dictionary
books = {
    "python": "Menguasai Python dalam 2028 jam",
    "java": "Tutorial Belajar untuk Pemula",
    "php": "Membuat aplikasi web dengan PHP"
}


# Mencetak jumlah item
print("Total buku: %d" % len(books))
```

Dengan menggunakan `len()`, kita bisa dengan mudah mengetahui berapa banyak item yang ada dalam dictionary. Ini sangat berguna dalam situasi di mana kita perlu memproses data dalam jumlah besar.

Mengetahui panjang dictionary juga membantu dalam pengelolaan data, seperti ketika kita ingin memastikan bahwa data yang kita miliki sesuai dengan ekspektasi.

Fungsi `len()` ini tidak hanya berlaku untuk dictionary, tetapi juga untuk tipe data koleksi lainnya seperti list, tuple, dan set. Ini menjadikannya alat yang serbaguna dalam pengolahan data di Python.

 

Penutup

Demikianlah 7 hal dasar yang perlu diketahui tentang dictionary dalam Python. Dengan memahami konsep-konsep ini, kita dapat lebih efektif dalam mengelola dan memanipulasi data dalam aplikasi Python kita. Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat menjadi referensi dalam belajar Python lebih lanjut.

Series: Python
  1. Pengertian dan Kegunaan Bahasa Pemrograman Python
  2. Phyton 1 : Tutorial Pengenalan Dasar
  3. Phyton 2 : Macam Penulisan Sintaks
  4. Phyton 3 : Konsep Variabel dan Data
  5. Phyton 4 - Cara Mengambil Input dan Output
  6. Phyton 5 : Jenis-jenis Operator
  7. Phyton 6 - Percabangan
  8. Phyton 7 - Perulangan
  9. Phyton 8 - Struktur Data List
  10. 4 Variasi Fungsi Print () Pada Phyton
  11. Tutorial Python: Struktur Data Dictionary
  12. Phyton 9 - Struktur Data Tuple
  13. Phyton 9 : Struktur Data Tuple Part 2
  14. 5 Variasi Coding Python dengan Fungsi Concatenate, Yuk, Coba
  15. PyScript: Masa Depan Python di Browser ?
  16. 7 Hal Dasar yang Harus Diketahui Tentang Dictionary pada Python
  17. Memahami Fungsi dan Prosedur pada Python
  18. 6 Proyek Coding Python untuk Meningkatkan Portofolio Anda
  19. Tutorial Python: Membaca dan Menulis File dengan Lebih Mendalam
  20. Cara Baca Dan Parse File CSV di Python
  21. 7 Teknik Membuat Dictionary di Python dengan Data dari Berbagai Sumber
  22. 5 Kesalahan Umum dalam Menggunakan Dictionary di Python dan Cara Menghindarinya
  23. Belajar Python: Proses Data JSON dari File dan API Web
  24. Belajar Python: Buat Fungsi Dengan Lambda Expression
  25. Apa Maksud dari *args dan kwargs pada Python?
  26. Tutorial Membuat 3 Jenis Kalkulator Dengan Python
  27. Panduan Lengkap: Cara Menghapus Item di List Python Tanpa Drama
  28. Cara Bangun Dashboard di Jupyter Pakai Solara
  29. 6 Perintah pip yang Harus Diketahui Setiap Developer Python
  30. Panduan Lengkap Menggunakan pip: Manajer Paket Python yang Wajib Dikuasai
  31. Rekomendasi 6 Framework Terbaik untuk Python: Dari Santai Sampai Superhero!
  32. Benar Nggak Sih Python Ramah untuk Programmer Pemula?
  33. Optimasi Performa Perbandingan Dokumen di Python: Ketika CPU Lo Kerja Rodi!
  34. Mengupas Tuntas Cara Mengiterasi Dictionary di Python: Panduan Lengkap yang Gak Bikin Pusing!
  35. 5 Proyek AI Seru yang Bisa Lo Bangun Weekend Ini dengan Python
  36. Rust vs Python: Duel Sengit Bahasa Pemrograman! Mana yang Cocok Buat Lo?
  37. 6 Trik Python Terbaru 2025 yang Wajib Dicoba Programmer
  38. Tutorial Lengkap Membuat News Aggregator Menggunakan Python
  39. Stop Nulis Function Python Kayak Gini, Bro!
  40. 7 Python Decorators yang Bikin Kode Lo Makin Canggih
  41. Trik Python debugging yang wajib lo coba.
  42. Membangun List di Python: Filosofi, Teknik, dan Tips Anti-Kudet
  43. DERET FAKTORIAL: SI "BAHAN VIRAL" MATEMATIKA YANG BIKIN KODE LO NAIK LEVEL!
  44. Project Python Seru: Bikin Script Otomatisasi Pengorganisir File (Biar Folder Download Nggak Kayak Gudang)
  45. Automating Email Sending Via Phyton – Biar Jempol Lo Pensiun Dini
  46. Project 2: Automating Web Scraping for Data Collection dengan Python
  47. Automatisasi Tugas GUI dengan PyAutoGUI
  48. Cara Lama vs Cara Kekinian: Belajar dataclass Python
  49. Automatisasi Laporan PDF dengan Python
  50. Membongkar Rahasia field() di Python: Kendali Penuh atas Dataclass
  51. Praktik Lanjutan Menulis Kode Python yang Bersih dan Ramah Pemula
  52. Python Function Annotations: Fitur Keren yang Sering Diremehkan, Padahal Bikin Kamu Terlihat Programmer Cerdas
  53. Python Keyword Arguments: Panduan Bad Boy Buat Programmer Biar Nggak Salah Urus Function
  54. Belajar Fungsi Tanpa Parameter Python dari Nol: Panduan Lengkap Buat Pemula Sampai Nyantol di Kepala
  55. Tutorial Coding: Keluar dari Plateau of False Competence di Python
  56. Plotting Graph Menggunakan Seaborn di Python
  57. Mutable vs Immutable Objects di Python: Konsep Dasar yang Sering Diremehkan
  58. Python time.sleep() – Cara Mudah Memberi Jeda pada Program Kamu
  59. Mengapa Saya Berhenti Menggunakan Class di Python (Dan Apa yang Saya Gunakan Sebagai Gantinya)
  60. Different Delay Time of Python sleep() – Mengatur Jeda Sesuai Kebutuhan Program
  61. Mengenal Python math Module: Panduan Lengkap untuk Operasi Matematika di Python
Published on August 04, 2024
Last updated on June 03, 2026

If you like this post and want to support us, you can support us via buymeacoffee or trakteer.