Cara Instalasi Laravel dan Fitur-Fiturnya yang Mudah Dipahami Pemula
Cara Instalasi Laravel dan Fitur-Fiturnya yang Mudah Dipahami Pemula
Bagaimana cara instalasi laravel? Untuk kalangan senior yang sudah terjun cukup lama dalam dunia pemrograman, dunia instal menginstall mungkin bukan hal yang sulit. Namun, untuk seorang pemula yang baru belajar tentang pemrograman, mungkin cukup membingungkan.
Sebelum membahas lebih lanjut tentang cara instalasi laravel, langkah pertama yang penting untuk dipelajari adalah mengenal dan mengetahui apa itu laravel, dan bagaimana cara kerjanya atau kegunaanya.
Table of Contents
Laravel adalah platfom Framework PHP yang berfungsi untuk mengoptimalkan kinerja PHP dalam mengembangkan aplikasi web. Sehingga web developmen dapat bekerja lebih cepat, lebih sederhana, dan lebih aman.
Sejak kemunculannya pada 9 Juni 2011 oleh Taylor Otwell, kelahiran laravel sudah disambut hangat oleh para programmer. Sebelum berkembang seperti saat ini, awalnya laravel digunakan sebagai alternatif dari Coldelgniter. Kala itu, Taylor Otwell melihat Framework PHP (Coldelgniter) fitur-fiturnya belum lengkap. Seperti: fitur otorisasi pengguna dan fitur otentikasi.
Untuk memudahkan pengguna dalam mengoperasikan, akhirnya laravel terus dikembangkan dan diperbaharui. Hingga saat ini, pembaharuan yang dilakukan sudah mencapai versi 9 dengan beragam fitur unggulan
Keunggulan Laravel
Berikut beberapa kelebihan yang membuat para pengelola web, programmer, dan pekerjaan-pekerjaan lain yang berkaitan dengan pembuatan aplikasi cukup tertarik untuk menggunakan laravel sebagai alternatif untuk memudahkan pekerjaan sekaligus juga berfungsi sebagai pelindung atau pengaman.
- Memudahahkan dalam proses pengelolaan resource karena menggunakan interface dan namespace.
- Memiliki performa yang lebih baik sekaligus lebih cepat.
- Mempercepat waktu pengembangan karena laravel memiliki komponen built in dan framework lain untuk mengembangkan aplikasi web.
- Aplikasi yang dikembangkan dengan menggunakan laravel lebih aman dari serangan script, CSRF, dan SQL injection. Karena laravel telah menerapkan sistem keamanan OWASP security principles.
- Memiliki kode yang lebih sedikit, sehingga kepala tidak begitu puyeng ketika mengoperasikannya. Bahkan bisa dikerjakan sambil menyeruput opi dan mengisap rokok.
- Sudah terbentuk komunitas. Sehingga ketika ada kendala atau kesulitan dalam menjalankan, kita lebih mudah menemukan solusinya.
Fitur Laravel
Berikut beberapa fitur yang ada di dalam laravel, yang wajib diketahui oleh pengguna. Khususnya para pemula yang ingin mencoba mengenal lebih dalam tentang laravel.
- Eloquent ORM
ORM adalah singkatan dari object relational mapper. Eloquent merupakan salah satu fitur laravel yang memiliki kemampuan memberikan interaksi tanpa batas kepada database pilihan dan model data.
Selai itu, dengan eloquent, laravel mampu mengabstraksi setiap rintangan sekaligus menulis query SQL secara kompleks untuk mengakses data yang diambil dari database.
-
Artisan CLI
Command line interface atau yang biasa disebut CLI mempunyai fungsi untuk memodifikasi bagian dari laravel tanpa membuka direktori yang akan dimodifikasi.
-
MVC Architecture
MVC architecture membuat framework mudah diadaptasi karena ia mengikuti pola pengembangan yang biasa digunakan. Tidak heran jika MVC banyak digunakan oleh framework, seperti: ASP.NET MVC dari C# dan AdonisJS dari JavaScript.
-
Paginasi Otomatis
Fungsi utama dari paginasi adalah membuat tampilan data agar lebih lebih rapi dan membatasinya agar tidak terlalu panjang. Sehingga pada lawan web, data tersebut dapat dibagi menjadi beberapa halaman. Ketika menggunakan laravel, secara otomatis paginasi bisa diterapkan dengan fitur built-in.
Tips Cara Instalasi Laravel
Setelah mengetahui tentang definisi laravel dan penggunaannya, langkah selanjutnya yaitu belajar bagaimana cara instalasi laravel yang mudah untuk dipraktikkan atau diterapkan oleh pemula.
-
Instalasi Laravel
Langkah pertama sebelum melakukan instalasi laravel, kita harus menginstall composer dan versi PHP 8.1. Setelah itu buka terminal/command prompt (CMD) kemudian menjalankan perintah
composer create-project --prefer-dist laravel/laravel:^10.0 Untuk memudahkan pemahaman saya akan memberi nama projeck ini dengan Splade-tutorial. Teman-teman boleh memberikan nama sesuai dengan kebutuhan projeck. Selanjutnya, secara otomatis sistem akan bekerja membuatkan project laravel baru dengan nama splade-tutorial.
Supaya proses instalasinya berjalan dengan lancar, pastikan wifi atau kuota internet memiliki signyal yang kuat.
-
Menjalankan Project Laravel
Langkah kedua setelah instalasi adalah menjalankan project. Caranya yaitu jalankan perintah yang ada di dalam terminal/command prompt (CMD).
cd splade-tutorial Perintah cd di atas difungsikan sebagai navigasi ke dalam suatu folder. Kemudian yang di atas diarahkan ke dalam projeck yang sudah kita beri nama splade-tutoria.
Setelah berhasil masuk, step berikutnya menjalan perintah terminal/command prompt (CMD).
php artisan storage:link Dalam proses perjalanan yang tidak kalah penting untuk diperhatikan adalah terminal tetap dibuka. Kemudian akan muncul kata seperti di bawah ini.
php artisan serve Setelah berhasil, secara otomatis projek akan dijalankan dengan part 8000 oleh localhost. Yang bisa dibuka lewat browser dengan alamat: http://localhost:8000
Dari penjelasan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa, laravel adalah sebuah platfom yang bermanfaat untuk membantu mengoptimalkan kinerja php. Sehinga proses pengembangan web bisa lebih maksimal.
untuk tutorial lainya Anda bisa mengunjungi Laman Tutorial
- Tutorial: Instal Laravel Splade
- Tutorial: Membuat Model Dan Migration Di Laravel Splade
- Tutorial: Membuat View Dan Menampilkan Data Di Laravel Splade
- Tutorial: Insert Data Ke Dalam Database Di Laravel Splade
- Cara Instalasi Laravel dan Fitur-Fiturnya yang Mudah Dipahami Pemula
- Menampilkan Data pada View Di Laravel Splade
- Tutorial Edit dan Update Data Ke Database Di Laravel Splade
- Tutorial : Delete data dari Database Di Laravel Splade
Last updated on June 03, 2026